Postingan

Eksodia

 1. dunia yang tak lagi sama Bumi di tahun 2156 sudah tidak layak dihuni. Tanah tandus, rumah kaca, lapisan atmosfer yang pecah akibat perang berkelanjutan. Manusia sekarang hidup di sebuah kapal induk SS Exsodia. Kapal induk dengan lingkungan yang dibuat persis seperti lingkungan di bumi. Tanah, pohon, bahkan udara 100% mirip dengan bumi. Meskipun terdengar hebat tapi tetap saja kapal ini memiliki batas. Kapal SS Exsodia hanya bisa bertahan setidaknya 110 tahun untuk bertahan diluar angkasa sekaligus mempertahankan ling-kungan bumi. Manusia mencari planet baru untuk ditinggali setelah SS Exsodia, ada 3 planet akhir yang di percaya dapat dihuni oleh manusia Planet pertama, ious. 75% berisi perairan dan 25% daratan, memiliki beberapa hutan alami subtropis dengan spesies yang tidak terlalu berbahaya. Planet kedua, Aum. planet yang hampir seluruh dataran planetnya berisi air tapi memiliki tanah yang subur. Sedangkan planet ketiga,Nom belum terindentifikasi.  Manusia membuat sebua...

Eksodus terakhir

 Judul : Eksodus Terakhir: Kapsul Chronos-7 Tahun 2348. Bumi adalah kuburan biru-cokelat. Atmosfernya terkikis habis oleh Great Solar Flare satu abad yang lalu. Umat manusia hanya bertahan di bawah tanah, di kota-kota terowongan yang suram. Kapten Anya Sharma berdiri di depan jendela kaca yang sangat tebal, menatap langit malam yang tak lagi dihiasi cahaya bulan, tetapi oleh sisa-sisa reruntuhan stasiun ruang angkasa yang sangat lama. Misi yang di jalankan oleh Anya adalah misi terakhir. Tidak ada lagi sumber daya untuk menjaga populasi bawah tanah yang tersisa. Proyek Chronos adalah pertaruhan terakhir: sebuah kapal tunggal, Chronos-7, berisi 10.000 embrio manusia yang dibekukan, diawaki oleh satu orang. Tujuannya: Exo-Terra Nova, sebuah planet yang baru ditemukan, 40 tahun cahaya dari Bumi. "Lapor terakhir, Kapten," suara Jenderal Khan yang berkarat muncul dari comm-link Anya. "Semua sistem hijau, Jenderal. Konsumsi bahan bakar stabil, unit kriogenik beroperasi sempurn...

dunia tanpa kasih 1

 jsiwhwbwnskauqhwbsnss